EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM MONITORING INSIDEN SIBER BERBASIS WAZUH MENGGUNAKAN MODEL KEBERHASILAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN PADA INSTANSI PEMERINTAH XYZ

Authors

  • Irman Nurjaman Irman Universitas Pelita Bangsa image/svg+xml
  • Ismasari Nawangsih
  • Anggi Alfin Alfin

DOI:

https://doi.org/10.31294/jki.v14i1.12568

Keywords:

Wazuh, SIEM, Sistem Monitoring Siber,Delone & McLean

Abstract

Transformasi digital pada instansi pemerintah telah meningkatkan ketergantungan terhadap sistem informasi sekaligus memperbesar risiko ancaman keamanan siber. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan implementasi Security Information and Event Management (SIEM) yang mampu mendukung pemantauan, deteksi, dan respons terhadap insiden keamanan secara terintegrasi. Wazuh merupakan salah satu platform SIEM berbasis open source yang banyak diimplementasikan karena fleksibilitas dan efisiensi biaya. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu masih berfokus pada aspek teknis implementasi, sedangkan evaluasi keberhasilan sistem dari perspektif pengguna, khususnya pada instansi pemerintah, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan sistem monitoring insiden siber berbasis Wazuh di Instansi Pemerintah XYZ menggunakan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone dan McLean. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap dashboard Wazuh serta penyebaran kuesioner skala Likert kepada pengguna yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen, perhitungan nilai rata-rata pada setiap dimensi, klasifikasi tingkat efektivitas, serta analisis naratif terhadap log keamanan yang dihasilkan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Wazuh memperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,26 yang termasuk dalam kategori Sangat Efektif. Dimensi dengan nilai tertinggi adalah Penggunaan (4,43), diikuti Manfaat Bersih (4,36) dan Kualitas Layanan (4,36), sedangkan Kualitas Informasi memperoleh nilai terendah sebesar 4,21 sehingga masih memerlukan optimalisasi, terutama melalui penyempurnaan aturan deteksi (ruleset) untuk mengurangi false positive. Analisis log juga menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi percobaan brute force dan failed login secara hampir real-time, sehingga mendukung peningkatan kemampuan deteksi dini dan respons insiden keamanan siber di lingkungan instansi pemerintah.

Author Biographies

  • Irman Nurjaman Irman, Universitas Pelita Bangsa

    Nama saya Irman Nurjaman, seorang mahasiswa tingkat akhir di Universitas Pelita Bangsa pada Program Studi Teknik Informatika. Selain menjalani perkuliahan, saya juga bekerja sebagai tenaga IT di Lembaga Administrasi Negara.

  • Ismasari Nawangsih

    Universitas Pelita Bangsa

  • Anggi Alfin Alfin

    Universitas Pelita Bangsa

Downloads

Published

2026-06-01

Issue

Section

Articles