ANALISIS STRATEGI PEMASARAN WISATA ALAM DESA PELA: PENDEKATAN BAURAN PEMASARAN 7P DAN 5A DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31294/pariwisata.v13i1.11288

Keywords:

Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran 7P, Ekowisata, Desa Wisata, Desa Pela

Abstract

ABSTRAK

 

Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran pariwisata berbasis komunitas yang telah diterapkan di Desa Pela menggunakan pendekatan bauran pemasaran 7P dan 5A, serta merumuskan rekomendasi pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan). Potensi ekowisata Desa Pela, seperti pengamatan Pesut Mahakam, susur Sungai Pela dan Danau Semayang, serta pelestarian budaya melalui Musem Nelayan dan seni tradisional, dianalisis sebagai elemen product dalam bauran pemasaran 7P yang membentuk daya tarik utama sekaligus posisi pemasaran destinasi. Strategi harga dirancang oleh Pokdarwis agar inklusif dan memberdayakan masyarakat. Promosi digital dilakukan melalui media sosial dan kerja sama dengan platform seperti Atourin. Pokdarwis dan tokoh lokal sangat sentral, namun perlu regenerasi dan pelatihan SDM. Proses layanan mencakup edukasi, pendampingan, dan evaluasi, namun, pengelolaan lingkungan seperti limbah masih menjadi tantangan yang berimplikasi pada keberlanjutan strategi pemasaran ekowisata, khususnya dalam menjaga citra destinasi yang ramah lingkungan, kepuasan wisatawan, serta kepercayaan pasar terhadap nilai ekowisata. Bukti fisik seperti dermaga, long boat, guest house, dan elemen budaya memperkuat citra destinasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa elemen Product, Promotion, People, dan Physical Evidence menjadi penentu utama strategi pemasaran wisata Desa Pela. Penelitian ini berkontribusi sebagai acuan pengembangan pemasaran desa wisata, serta memperluas penerapan konsep bauran pemasaran 7P dalam ekowisata berkelanjutan.

 

Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran 7P, Ekowisata, Desa Wisata, Desa Pela

 

ABSTRACT

 

This study aims to analyze the community-based tourism marketing strategy implemented in Desa Pela using the 7P and 5A marketing mix approaches, and to formulate recommendations for more effective and sustainable marketing development. The ecotourism potential, such as Pesut Mahakam observation, river cruising, and cultural preservation through the Fishermen Museum and traditional arts, is examined as the Product element that shapes the destination’s core attractiveness and market positioning. Pricing strategies are designed by the local tourism awareness group (Pokdarwis) to be inclusive and community-empowering, while digital promotion is conducted through social media and partnerships with tourism platforms such as Atourin. Local actors play a central role, however, human resource regeneration and capacity building remain necessary. Service processes include visitor education and satisfaction evaluation, although environmental management remains a challenge affecting destination image, tourist satisfaction, and the sustainability of ecotourism. Physical evidence, including jetties, long boats, guest houses, and cultural elements, strengthens the destination image. The findings indicate that Product, Promotion, People, and Physical Evidence are the most decisive elements of Desa Pela’s tourism marketing strategy. This study contributes practically as a reference for village tourism marketing development and extending the application of the 7P marketing mix in sustainable ecotourism contexts.

Keywords: Marketing Strategy, 7P Marketing Mix, Ecotourism, Tourism Village, Pela Village

Author Biographies

  • Alya Nindityas Utami, Mulawarman University

    Program Studi S-1 Ilmu Lingkungan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman

  • Mislan

    Program Studi S-1 Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman

Published

2025-11-05

How to Cite

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN WISATA ALAM DESA PELA: PENDEKATAN BAURAN PEMASARAN 7P DAN 5A DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA. (2025). Jurnal Pariwisata, 13(1), 1-16. https://doi.org/10.31294/pariwisata.v13i1.11288