Analisis Pola Komunikasi Budaya dalam Tradisi Miyah Malaman: Studi Interaksionisme Simbolik di Kelurahan Perigi Kayuagung

Authors

  • Dina Septiana Raden Fatah State Islamic University Palembang image/svg+xml
  • Heri Junaidi Raden Fatah State Islamic University Palembang image/svg+xml
  • Chairunnisah Putri Ayu Ningsih Raden Fatah State Islamic University Palembang image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.31294/jkom.v17i1.12548

Keywords:

Komunikasi budaya, Komunikasi ritual, Interaksionisme simbolik, Miyah Malaman, Pola komunikasi

Abstract

Penelitian ini mengkaji pola komunikasi dalam tradisi Miyah Malaman sebagai bentuk komunikasi ritual yang sarat makna simbolik dalam masyarakat Kayuagung. Komunikasi dalam tradisi lokal tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk makna sosial melalui interaksi simbolik. Namun, kajian sebelumnya cenderung deskriptif dan belum menyoroti proses konstruksi makna secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi dalam tradisi Miyah Malaman di Kelurahan Perigi menggunakan perspektif interaksionisme simbolik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi melibatkan unsur verbal dan nonverbal yang terstruktur melalui simbol, peran aktor, serta norma sosial. Simbol seperti lilin, petasan, dan aktivitas kunjungan dimaknai sebagai representasi niat sosial, kebersamaan, dan penghormatan dalam konteks adat-religius. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi budaya dengan menekankan pentingnya analisis komunikasi sebagai proses konstruksi makna dalam tradisi lokal.

References

Apisari, E., Nurhayati, & Subiyanto, A. (2024). Pola Komunikasi pada Tradisi Genduren di Dusun Talang, Kabupaten Magelang (Pendekatan Etnografi Komunikasi). Kawruh Journal of Language Education Literature and Local Culture, 6(2), 91–102. https://doi.org/10.32585/kawruh.v6i2.5936

Azzahra, N., Pratama, A., & Hidayat, R. (2019). Teknik dokumentasi dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 145–152.

Betaubun, R. M. N. (2023). Buku ajar komunikasi budaya lokal. Penerbit NEM.

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Blumer, H. (1986). Symbolic interactionism: Perspective and Method. Univ of California Press.

Brinkmann, S. (2018). The interview. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-69909-7

Carey, J. W. (2009). Communication as culture: Essays on media and society (Revised ed.). Routledge.

Carter, M. J., & Fuller, C. (2016). Symbols, meaning, and action: The past, present, and future of symbolic interactionism. Current Sociology, 64(6), 931–961. https://doi.org/10.1177/0011392116638396

Couldry, N. (2018). Media, society, world: Social theory and digital media practice. Polity Press.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Deu, R., Putri, C. F. D., & Thomas, A. W. (2024). Komunikasi ritual pada tradisi Tumbilotohe di Gorontalo (Studi Fenomenologi pelaksanaan Tumbilotohe di Kelurahan Ipilo). JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI, 2(2), 1–16. https://doi.org/10.37905/jik.v2i2.104

Fadhilah, S., Ariadne, D. E., & Dewi, S. (2017). Pola Komunikasi Tradisi Marosok Antara Sesama Penjual Dalam Budaya Dagang Minangkabau. Jurnal Kajian Komunikasi, 5(2), 222–234.

Gunarso, S., Ramadhanita, F. F., Fuadi, M. H., Suminto, M. A., Mauliansyah, F., Fathiyah, F., Setiyoko, N., Gunawan, M. K., & Purwadi, P. (2024). Buku ajar teori komunikasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Handayani, W. T. (2024). Komunikasi budaya dalam tradisi Saparan. Jurnal At-Taghyir.

Iffana, A. F. (2017). Pola komunikasi tradisi Sadranan (Pola komunikasi masyarakat Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali dalam melestarikan Tradisi Sadranan). https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/71458/Pola-komunikasi-tradisi-Sadranan-Pola-komunikasi-masyarakat-Desa-Cepogo-Kecamatan-Cepogo-Kabupaten-Boyolali-dalam-melestarikan-Tradisi-Sadranan?utm_source

Isyraqi, M. F. (2025). Pengaruh Perbedaan Budaya terhadap Interaksi di Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dialogika Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Sosialisasi, 1(3), 62–75. https://doi.org/10.62383/dialogika.v1i3.399

Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. University of Pennsylvania Press.

Kusumajanti, K., Syarifuddin, S., Sanulita, H., & Gopur, G. (2025). Metodologi penelitian kualitatif :: Teori Dan Paradigma Baru Bidang Ilmu Sosial. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Kusumawardani, R., Riyanto, B., & Sihabuddin, S. (2024). Komunikasi simbolik tradisi Sadranan di Dusun Pantaran Desa Candisari Kecamatan Gladaksari Kabupaten Boyolali. https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sldrts/article/view/11368

Kuswarno, E. (2021). Etnografi komunikasi: Suatu pengantar dan contoh penelitiannya. Widya Padjadjaran.

Krisniawati, N., Erlinda, E., & Loravianti, S. R. (2016). ESTETIKA TARI LILIN BEPINGGAN PADA MASYARAKAT KAYU AGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR PROPINSI SUMATERA SELATAN. Krisniawati | Bercadik: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni. https://doi.org/10.26887/bcdk.v3i2.553

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2015). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). SAGE Publications.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2017). Theories of human communication (11th ed.). Waveland Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mukarromah, N. (2015). Makna simbolik dalam tradisi Erpangir Ku Lau (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga). UIN Sunan Kalijaga Institutional Repository. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15585/

Mulyana, D. (2000). Ilmu komunikasi: suatu pengantar.

Murbinami, R., Ayuningtyas, F., & Prihatiningsih, W. (2024). Evolusi komunikasi budaya: Tradisi dan modernitas. Kaganga.

Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847

Rahmah, A., et al. (2024). Adaptasi dalam komunikasi antarbudaya. Indonesian Culture and Religion Issues.

Sinambela, L., Hendrarini, D., & Marpaung, A. H. (2024). Penguatan identitas budaya terhadap pemuda Indonesia melalui komunikasi partisipatif. Communicology.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumateraekspres.Id (2024, February 6). Miah Malaman, Tradisi Khas Pasangan Kayuagung di Malam Ganjil Ramadan yang Masih Bertahan di Era Digital. sumateraekspres.id. https://sumateraekspres.bacakoran.co/budaya/read/34853/miah-malaman-tradisi-khas-pasangan-kayuagung-di-malam-ganjil-ramadan-yang-masih-bertahan-di-era-digital

Downloads

Published

30-03-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Pola Komunikasi Budaya dalam Tradisi Miyah Malaman: Studi Interaksionisme Simbolik di Kelurahan Perigi Kayuagung. (2026). Jurnal Komunikasi, 17(1), 40-49. https://doi.org/10.31294/jkom.v17i1.12548