Penggunaan Design Thinking pada UMKM Filsyakhoi Bayam Crackers
DOI:
https://doi.org/10.31294/perspektif.v22i1.12210Keywords:
Design Thinking, Masyarakat, UMKMAbstract
Artikel ini mengeksplorasi dampak transformatif Design Thinking pada inovasi dan strategi bisnis
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan fokus pada studi kasus Filsyakhoi Bayam Crackers. Design
Thinking, berakar pada inovasi berpusat pada manusia, muncul sebagai pendekatan penting yang membentuk
lanskap pemikiran bisnis. Artikel ini dimulai dengan menyoroti tantangan gizi di Indonesia dan pentingnya
konsumsi sayuran. Design Thinking disajikan sebagai metode yang efektif untuk mengatasi masalah ini, dengan
menekankan aplikasinya dalam memahami kebutuhan pengguna dan merancang solusi inovatif. Filsyakhoi Bayam
Crackers menjadi contoh praktis, menerapkan Design Thinking sepanjang proses pengembangan bisnisnya.
Rincian tahapan dari Design Thinking - Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test yang diuraikan secara
cermat. Bisnis ini memanfaatkan tentang ketidaksukaan masyarakat terhadap konsumsi sayuran dan menghasilkan
menghasilkan keripik bayam. Artikel membahas implementasi dan pengujian produk, di mana Filsyakhoi Bayam
Crackers memperkenalkan keripik bayam kepada Masyarakat, promosi dan mencari umpan balik dari temanteman dan rekan digunakan untuk memahami kelebihan dan kekurangan produk. Pendekatan ini sejalan dengan
metodologi Design Thinking, dengan fokus pada perbaikan berkelanjutan. Filsyakhoi Bayam Crackers juga
memanfaatkan Design Thinking untuk menciptakan solusi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna tetapi
juga mendorong pertumbuhan bisnis secara keseluruhan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Muhammad Sulthan Zayyan, Nurillah Jamil A Novel

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



