The Tao Of Communication: Kognisi baru membangun Komunikasi yang Harmoni
DOI:
https://doi.org/10.31294/jpr.v7i1.12624Keywords:
Filsafat Tao, Kognisi, HarmoniAbstract
Perkembangan teknologi informasi telah mempercepat pertukaran pesan, namun tidak selalu meningkatkan kualitas pemahaman. Fenomena misinformasi, konflik digital, polarisasi sosial, serta kegagalan komunikasi interpersonal menunjukkan bahwa persoalan komunikasi bukan semata persoalan transmisi pesan, melainkan persoalan relasi makna. Model komunikasi klasik Shannon & Weaver menekankan akurasi pengiriman pesan, sedangkan teori komunikasi transaksional menekankan pembentukan makna bersama. Namun kedua pendekatan tersebut masih menempatkan komunikasi sebagai aktivitas yang dapat dikendalikan oleh pelaku komunikasi. Adanya Dominasi yang lebih superior dari pengirim pesan membuka paradigma baru. Filsafat Tao menawarkan perspektif berbeda: realitas bukan dikendalikan, tetapi diseimbangkan. Tao memandang harmoni sebagai kondisi alami yang muncul ketika unsur-unsur tidak saling memaksakan diri. Jika diterapkan pada komunikasi, pemahaman tidak dihasilkan dari dominasi pesan, melainkan dari keselarasan relasional antara komunikator dan komunikan. Metode yang digunakan adalah studi Literatur. Jika Aristoteles melihat komunikasi sebagai seni persuasi, dan Jürgen Habermas melihatnya sebagai rasionalitas dialogis, maka Laozi, melalui Tao Komunikasi, menawarkan sesuatu yang belum pernah diformulasikan dalam teori komunikasi modern, yaitu Komunikasi sebagai seni menjaga keharmonisan makna dalam relasi secara bersama-sama.
References
Abu Zakaria (Imam An-Nawawi). (2016). Riyadhus Shalihin (p. 1085).
Al-Fedaghi, S. (2012). A conceptual foundation for the Shannon-Weaver model of communication. International Journal of Soft Computing, 7(1): 12 – 19.
Capra, F. (2005). The Tao of Physics: Menyingkap Paralelisme Fisika Modern dan Mistisisme Timur. Yogyakarta: Jalasutra.
Casteel, P. . (2021). Habermas and Communicative Actions. EBSCO. https://www.ebsco.com/research-starters/communication-and-mass-media/habermas-and-communicative-actions
Cresswell JW PCVL. (2011). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Sage.
Griffin, E. M. (2006). A first look at communication theory. London: McGraw-Hill.
Griffin, E., Ledbetter, A., & Sparks, G. (2011). The Interactional View. A First Look at Communication Theory, 164–174. www.afirstlook.com
Gunawan, S. K. (2020). Pengaruh Pola Asuh Orang tua Terhadap Kesehatan Mental Remaja di SMA Negeri 1 Bandung. UPT Perpustakaan Universitas Pasundan. http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/49637
Habermas, J. (2007). Teori Tindakan Komunikatif I: Rasio dan Rasionalisasi Masyarakat (terj. Alimandan). Kreasi Wacana.
Habsy, B. A. (2017). Seni Memahami Penelitian Kulitatif Dalam Bimbingan Dan Konseling : Studi Literatur. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 90. https://doi.org/10.31100/jurkam.v1i2.56
Hardiman, F. B. (2009). Demokrasi Delibratif: Menimbang Negara Hukum dalam Ruang Publik dalam Teori Diskursus Jurgen Habermas. Kanisius.
Heider, F. (2013). The Psychology of Interpersonal Relations. The Psychology of Interpersonal Relations. https://doi.org/10.4324/9780203781159
Hummon, N. P., & Doreianÿ, P. (2003). Beberapa dinamika proses keseimbangan sosial : membawa Heider kembali ke teori keseimbangan. 25, 17–49.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Encyclopedia of communication theory (Vol. 1). London: Sage.
Laozi. (1989). Tao Te Ching (translated with an introduction by D. C. LauD. C. Lau, Trans.). Penguin Books.
Mohn, E. (2024). Cognitive reframing. EBSCO. https://www.ebsco.com/research-starters/psychology/cognitive-reframing
Mulyana, D. (2008). Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya.
Murata, S. (1998). The Tao Of Islam. Mizan.
Mussa, K. G. (2020). Shannon Weaver Model of Communication. Retrieved from https://www.academia.edu/43470628/Shannon_Weaver_Model_of_Communication.
Pambayun, E. L. (2024). Komunikasi Gender Perspektif Islam. Simbiosa Rekatama Media.
Rapp, C. (2023). Aristotle’s Rhetoric: The Stanford Encyclopedia of Philosophy (E. N. Z. and U. Nodelman, Ed.; Winter 202). Metaphysics Research Lab, Stanford University. https://plato.stanford.edu/archives/win2023/entries/aristotle-rhetoric
Shannon, C. (1948). A Mathematical Theory of Communication. The Bell System Technical Journal, 27(1): 379-423.
Shannon, C. E. & Warren Weaver. (1963). the Mathematical Theory of Communication. Illinois: University of Illinois Press.
Soewardi, Herman. (2004).Droda Berputar dunia bergulir. Bakti Mandiri. Bandung
Valentine, R. H. (2024). Sinkretisme dan Akulturasi Pemikiran Taoisme dalam Kehidupan Spiritualitas Masyarakat Jepang. https://www.academia.edu/19748193/Sinkretisme_dan_Akulturasi_Pemikiran_Taoisme_dalam_Kehidupan_Spiritualitas_Masyarakat_Jepang
Xiaogan, L. (1991). Wuwei (Non-action): From Laozi to Huainanzi. https://www.newworldencyclopedia.org/entry/Wu-wei
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aryadillah, Mirza Ronda, Ridzki Rinanto Sigit, Marlinda Irwanti Poernomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




