Dari Promosi ke Backlash: Analisis Percakapan Netizen Indonesia pada Krisis di Film A Business Proposal Versi Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31294/jpr.v7i1.11033

Keywords:

Backlash, Budaya, Film, Jaringan, Sentimen

Abstract

Dalam konteks globalisasi budaya, Korean Drama (K-Drama) telah menjadi salah satu bentuk tontonan yang populer dan banyak diadaptasi dalam industri hiburan Indonesia. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah film A Business Proposal versi Indonesia, yang diangkat dari drama Korea berjudul sama yang sebelumnya telah sukses secara internasional. Sayangnya sejak sebelum film tersebut tayang di Indonesia, film ini mendapat reaksi negatif dari audiens yang menyebabkan film tersebut turun layar jauh lebih cepat di bioskop. Hal ini diakibatkan pemeran utama mengeluarkan pernyataan yang memicu kemarahan sebagian netizen di Indonesia, khususnya penggemar K-Drama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan paradigma respons positif penggemar K-Drama yang beralih menjadi fenomena backlash akibat pernyataan yang dikeluarkan oleh aktor utama film A Business Proposal. Fokus utama dari analisis ini adalah percakapan yang terjadi di kalangan netizen sebagai respons terhadap peristiwa tersebut, terutama yang tercermin dalam konten yang diproduksi oleh Falcon selaku Production House film tersebut. Konsep yang digunakan adalah analisis jaringan untuk menganalisa jaringan komentar yang terbentuk di konten tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif untuk memperdalam analisis yang dilakukan terkait munculnya Backlash. Teknik analisis menggunakan Social Network Analysis melalui aplikasi Communalytic. Hasl penelitian ini menunjukkan bahwa sentimen yang terbentuk dalam kontroversi yang terjadi tidak hanya bersentimen negatif. Melainkan terdapat sentimen netral dan positif sebagai penyeimbang wacana yang dibangun melalui interaksi antar pengguna. Namun dalam analisis toksisitas, jaringan interaksi yang terbentuk cenderung menunjukkan bahwa ruang tersebut dianggap “beracun”. Meski terdapat sentimen positif, namun rasa kekecewaan membuat wacana yang dibangun dapat mengancam keberlangsungan industri tersebut. Selain itu, analisis jaringan sosial menunjukkan bahwa backlash yang terbentuk bersifat terstruktur sebagai jaringan scale-free. Interaksi tidak tersebar merata, namun terkonsolidasi dalam hub yang dominan.

References

Alayya, S. I., Muthmainnah, A., & Susanto, D. (2023). Resepsi Film Miracle in Cell No. 7 Versi Korea dalam Adaptasi Indonesia: Kajian Sosiologi Sastra. ATAVISME, 26(1), 1–13. https://doi.org/10.24257/atavisme.v26i1.877.1--13

Barabasi, A.-L. (2002). Linked: The New Science of Network. Perseus Publishing.

Bigné, E., Ruiz-Mafé, C., & Badenes-Rocha, A. (2023). The influence of negative emotions on brand trust and intention to share cause-related posts: A neuroscientific study. Journal of Business Research, 157. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2022.113628

Fathurokhmah, F. (2024). Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif. Bumi Aksara.

Grandjean, M. (2016). A social network analysis of Twitter: Mapping the digital humanities community. Cogent Arts and Humanities, 3(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2016.1171458

Haryono, C. G. (2020). Ragam Metode Penelitian Kualitatif Komunikasi. Jejak Publisher.

Hayran, C., & Ceylan, M. (2023). Impact of social media brand blunders on brand trust and brand liking. International Journal of Market Research, 65(4). https://doi.org/10.1177/14707853221132216

Jenkins, H., Ito, M., & Boyd, D. (2016). Participatory Culture in a Networked Era: A Conversation on Youth, Learning, Commerce, and Politics. Polity Press.

Juska, J. M. (2021). Integrated Marketing Communication: Advertising and Promotion in Digital World (2nd Edition). Routledge.

Pramadya, T. P., & Oktaviani, J. (2021). Korean Wave (Hallyu) dan Persepsi Kaum Muda di Indonesia: Peran Media dan Diplomasi Publik Korea Selatan. Insignia: Journal of International Relations, 8(1), 87. https://doi.org/10.20884/1.ins.2021.8.1.3857

Priambodo, A. I., & Arianto, I. D. (2022). Analisis Jaringan Komunikasi pada Tagar #KPKEndGame di Media Sosial Twitter. Warta ISKI, 5(1). https://doi.org/10.25008/wartaiski.v5i1.156

Putri, I. P., Liany, F. D. P., & Nuraeni, R. (2019). K-Drama dan Penyebaran Korean Wave di Indonesia. ProTVF, 3(1). https://doi.org/10.24198/ptvf.v3i1.20940

Sintowoko, D. A. W. (2021). Hibridisasi budaya: studi kasus dua drama korea tahun 2018-2020. ProTVF, 5(2), 270. https://doi.org/10.24198/ptvf.v5i2.31687

Syafuddin, K., & Lusianawati, H. (2023). Analisis Jaringan Media Sosial Tentang Eksistensi Kaum Borjuis Dalam Budaya Pop Citayam Fashion Week. Cakrawala - Jurnal Humaniora, 23(1). https://doi.org/10.31294/jc.v23i1.14730

Downloads

Published

2026-04-02

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dari Promosi ke Backlash: Analisis Percakapan Netizen Indonesia pada Krisis di Film A Business Proposal Versi Indonesia. (2026). Jurnal Public Relations (J-PR), 7(1), 10-17. https://doi.org/10.31294/jpr.v7i1.11033