Model Komunikasi Keluarga dalam Membangun Resilensi Anak Korban Perundungan: Studi Kasus pada Siswa Wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31294/jpr.v6i2.10304

Keywords:

Komunikasi Keluarga, Resiliensi, Perundungan

Abstract

Komunikasi keluarga adalah proses pertukaran pesan, informasi, nilai, dan emosi yang terjadi antaranggota keluarga. Komunikasi ini memainkan peran penting dalam membentuk karakter, perilaku, serta kesehatan mental dan emosional anggota keluarga, khususnya anak-anak. Dalam konteks resiliensi anak korban perundungan, komunikasi keluarga menjadi sarana utama pembentukan dukungan emosional, pemberdayaan diri, dan pembelajaran sosial yang berfungsi sebagai fondasi ketahanan anak. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana menemukan pendekatan komunikasi keluarga yang paling efektif dan panduan komunikasi yang dapat membantu dalam membangun resiliensi anak korban perundungan. Menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan pendekatan studi kasus di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan perspektif Teori Resiliensi yang dikembangkan oleh Patrice M. Buzzanell dan Teori Sistem Keluarga (Family System Theory) yang dikembangkan oleh Bateson dkk, analisis menggunakan kedua teori tersebut dikatakan bahwa resiliensi sebagai kapasitas atau kemampuan untuk beradaptasi secara positif dalam mengatasi permasalahan hidup yang signifikan, untuk menghadapi, mengatasi, belajar dari, serta bertahan ketika mendapatkan permasalahan dan kesulitan hidup atau keterpurukan yang membuatnya menjadi tak berdaya serta mampu untuk bangkit dari keterpurukan tersebut sehingga menjadi sebuah pribadi yang lebih baik dan keluarga dipandang sebagai suatu sistem yang berisi pola-pola interaksi antar anggota keluarga yang dinamis dalam upayanya memenuhi tujuan bersama.

References

Adi, F. O. (2022). Peran Komunikasi Keluarga Dalam Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Untuk Mencegah Masalah Gizi Pada Balita (Stunting). Agregasi, 10 (11), 108–119.

Azzahra, S. S., etc. (2021). The Factors of Bullying and Character Education on Teenagers. Journal Preprints, 4, 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.20944/preprints202104.0102.v1

Buzzanell, P. M. (2018). Organizing resilience as adaptive-transformational tensions. Journal of Applied Communication Research, 46(1), 1–5. https://doi.org/10.1080/00909882.2018.1426711

Charmaz, K. (2006). Constructing Grounded Theory. SAGE Publications, inc.

Creswell, J. W. (2014). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed. Methods Approaches. 4th edition SAGE Publications, Inc.

Gray, J. P. (2003). Review Of Research On Educational Resilience. ResearchGate.

Houston, J. B., & Buzzanell, P. M. (2020). Communication and resilience: introduction to the Journal of Applied Communication Research special issue. Journal of Applied Communication Research, 48(1), 1–4. https://doi.org/10.1080/00909882.2020.1711956

Janitra, P. A., & Prasanti, D. (2017). Komunikasi Keluarga Dalam Pencegahan Perilaku Bullying Bagi Anak. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 6(1), 23–33. https://doi.org/https://doi.org/10.22202/mamangan.v6i1.1878

Khasanah, I. (2013). Program Sahabat Sebagai Salah Satu Program Alternatif Penanganan Bullying Pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 2(2), 364–371. https://doi.org/10.21831/jpa.v2i2.3049

Mahriza, R., Rahmah, M., & Santi, N. E. (2021). Stop Bullying : Analisis Kesadaran dan Tindakan Preventif Guru pada Anak Pra Sekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 891–899. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.739

Mashudi, E. A. (2016). Konseling Rational Emotive Behavior Dengan Teknik Pencitraan Untuk Meningkatkan Resiliensi Mahasiswa Berstatus Sosial Ekonomi Lemah. Jurnal Psikopedagogia, 5(1), 66–78.

Missasi, V. I. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Resiliensi. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 433–441.

Newman, D. M. (2022). Sociology Of Families. Pine Forge Press.

Price-Robertson R, K. K. (2012). A, Natural disasters and community resilience: Support., framework for. In Child Family Community Australia (CFCA) Paper (ISBN: 978-, pp. 1–13).

Runtiko, A. G. (2022). Kajian Literatur Naratif Pendekatan Teoritis Komunikasi Keluarga. Jurnal Common, 5(2), 134–143.

Saldaña, J. (2013). The Coding Manual for Qualitative Researchers (2nd ed.). SAGE Publications, inc.

Siron, Y., etc. (2021). Peran Guru Dalam Menghadapi Bully Terhadap Anak Gagap Dari Teman Sebaya. Psycho Idea, 19(1), 65. https://doi.org/https://doi.org/10.30595/psychoidea.v19i1.7741

Surilena. (2016). Perilaku Bullying (Perundungan) pada Anak dan Remaja. Cdk, 43(1), 35–38.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. In Journal of Hospitality & Tourism Research (Vol. 53, Issue 5). https://doi.org/10.1177/109634809702100108

Zautra AJ, Hall JS, M. K. (2010). Page 1 Resilience: A New Definition of Health for People and Communities.

Downloads

Published

2025-11-10

How to Cite

Model Komunikasi Keluarga dalam Membangun Resilensi Anak Korban Perundungan: Studi Kasus pada Siswa Wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. (2025). Jurnal Public Relations (J-PR), 6(2), 32-39. https://doi.org/10.31294/jpr.v6i2.10304

Most read articles by the same author(s)