Modus Konten Self-Harm Demi Gift Points Pada Aplikasi TikTok di Indonesia

Authors

  • Dede Suprayitno Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta image/svg+xml
  • Nuril Ashivah Misbah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta image/svg+xml
  • Anindita Lintangdesi Afriani Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.31294/jika.v10i1.11630

Keywords:

TikTok, Melukai Diri, Gangguan Makan, Konten

Abstract

Fitur TikTok Live, memungkinkan pengguna dapat berinteraksi secara online. Bukan hanya itu, TikTokers yang melakukan live streaming bisa mendapat apresiasi dari para penonton berupa koin yang dapat dikonversi dengan nominal uang. Tapi sayangnya, untuk mendapat koin, TikTokers sering membuat konten kontroversial. Melalui teori presentasi diri (self-presentation theory), penulis menemukan adanya konten yang mengandung unsur melukai diri (self-harm) sebagai cara untuk mendapat perhatian. Hal tersebut nampak pada beberapa siaran langsung di TikTok Indonesia yang menampilkan perilaku seperti pemukulan benda keras di kepala sendiri. Bukan hanya itu, siaran langsung juga ada yang menampilkan konten gangguan makan berupa memakan makanan ekstrim atau menjijikan. Hal itu bisa memicu perubahan dan gangguan makan pada penonton. Penelitian bertujuan mengungkap seperti apa konten self-harm dan eating disorder yang umumnya muncul dalam TikTok Live. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka deskriptif. Data primer dalam penelitian digali melalui observasi lapangan dengan pengamatan langsung pada aktivitas pengguna TikTok. Sementara itu, pengumpulan data sekunder menggunakan studi literatur yang terkait penggunaan aplikasi TikTok. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas self-harm dan eating disorder dilakukan untuk menarik perhatian penonton. Perilaku presentasi diri lewat aksi kontroversial, mereka lakukan untuk gift-points. Terlihat dari komunikasi lisan maupun teks saat mereka melakukan siaran langsung

References

Agustin, S.M., & Angeliqa, F. (2023). Fragmented Self of Gen Z in Instagram: Digital

Dramaturgy on Bourdieu’s Logic of Practice. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 9 (1), 13-25

Anggraini, C. A., dkk. (2018). Cyberbranding Sebagai Upaya Membangun Brand

Awareness Shopee Indonesia. Commed: Jurnal Komunikasi dan Media, 2(2), 72-86.

Bajari, A. (2015). Metode Penelitian Komunikasi Prosedur, Tren, dan Etika. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Bhayangkara, C. S. (2023, 21 Januari). Cek Syarat Live di TikTok Minimal Berapa Followers Agar Dapat Uang. Suara. https://www.suara.com/news/2023/01/21/135052/cek-syarat-live-di-tiktok-minimal-berapa-followers-agar-dapat-uang

Center for Countering Digital Hate. (2022). Deadly by Design. Inggris: CCDH.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications Ltd.

Fachruddin, A. (2019). Journalism Today. Jakarta: Prenadamedia Group

Geyser, W. (2022). What Are TikTok Live Gifts and How Do They Work?. Diakses dari

https://influencermarketinghub.com/tiktok-live-gifts/#:~:text=Each%20diamond%20is%20worth%205,more%20than%20%241%2C000%20a%20day pada Kamis, 29 Desember 2022 pada 14.45 WIB.

Jannah, W., & Fasadena, N. S. (2023). Fenomena Mandi Lumpur Live di Tiktok Menurut Teori Dramaturgi Erving Goffman. JISAB The Journal of Islamic Communication and Broadcasting, 2(2), 152–164. https://doi.org/https://doi.org/10.53515/jisab.v2i2.25

Johnson, K. (2017). The Importance of Personal Branding in Social Media: Educating Students to Create and Manage their Personal Brand. Jurnal International Metropolitan State University

Kriyantono, R. (2014). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Lestari, L. (2023, 25 Maret). TikTok Dimiliki Perusahaan Tiongkok, Tapi Kenapa di Sana Tidak Ada? Koran Jakarta. https://koran-jakarta.com/tiktok-dimiliki-perusahaan-tiongkok-tapi-kenapa-di-sana-tidak-ada?page=all

Moekahar, F & Hasturi, R. A. (2022). Self-Dislosure: Hidden Talent Remaja di TikTok. Jurnal Koneksi, 6(2), 456-465.

Rizaty, M. A. (2022). Pengguna Tiktok Indonesia Terbesar Kedua di Dunia. Data Indonesia. https://dataindonesia.id/Digital/detail/pengguna-tiktok-indonesia-terbesar-kedua-di-dunia.

Rozika, L.A., & Ramadhani, N. (2016). Hubungan antara Harga Diri dan Body Image dengan Online Self-Presentation pada Pengguna Instagram. Gadjah Mada Journal of Psychology, 2(3), 172-183.

Ruth, D. & Candraningrum, D. A. (2022). Pengaruh Motif Penggunaan Media Baru TikTok terhadap Personal Branding Generasi Milenial di Instagram. Jurnal Koneksi, 4(2), 207-214.

Widyawati, R. A., & Kurniawan, A. (2021). Pengaruh Paparan Media Sosial Terhadap Perilaku Self-harm Pada Pengguna Media Sosial Emerging Adulthood. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 120–128. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24600

Wirman, W., dkk. (2023). Study of Communication Phenomenology of TikTok Users Who Have Experienced Fear of Missing Out on Behavior. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 9 (1), 53-66.

World Health Organization. Regional Office for the Eastern Mediterranean. (‎2019)‎. Suicide and self-harm. World Health Organization. Regional Office for the Eastern Mediterranean. https://apps.who.int/iris/handle/10665/333478. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO

Yunitasari, C & Japarianto, E. (2013). Analisa Faktor-Faktor Pembentuk Personal Branding dari C.Y.N. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra, 1(1), 1– 18.

Downloads

Published

25-04-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

Modus Konten Self-Harm Demi Gift Points Pada Aplikasi TikTok di Indonesia. (2025). J-IKA, 10(1), 20-28. https://doi.org/10.31294/jika.v10i1.11630