Pengukuran Quality of Service (QoS) berdasarkan Kecepatan Download, Upload, Latensi dan Base Transceiver Station di Provinsi Indonesia

Authors

  • Ardania Meilaningrum Universitas Bina Sarana Informatika image/svg+xml Author
  • Siti Nur Hamidah Universitas Bina Sarana Informatika image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.31294/imtechno.v7i1.11961

Keywords:

Base Transceiver Station, download, latensi, upload, Quality of Service

Abstract

Pengukuran evaluasi kinerja jaringan seluler menjadi penting untuk dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi informasi maupun literasi digital yang semakin meningkat dilihat dari lima tahun terakhir ini. Tingkat latensi sebagai waktu tunggu suatu data dari sumber menuju tujuan dalam lingkup jaringan internet menjadi salah satu indikator penentu kualitas jaringan. Data dari sumber terpercaya yaitu Ookla membahas bahwa kecepatan download dan upload menjadi faktor yang memengaruhi tingkat latensi dengan dicantumkan datanya secara bersamaan pada website resminya. Di satu sisi Indonesia memiliki beberapa karakteristik unik yang membuat latensi di berbagai daerah provinsi menyisakan disparitas digital yang masih terasa. Salah satu faktor penyebabnya adalah infrastruktur yang belum merata di berbagai daerah. Base Transceiver Station (BTS) adalah infrastruktur telekomunikasi yang mempunyai peran penting untuk meningkatkan akses jaringan komunikasi digital khususnya pada daerah remote atau daerah yang terletak di luar jangkauan perkotaaan besar. Penggunaan salah satu standar Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network (TIPHON) menjadi landasan pengukuran Quality of Service (QoS) provinsi di Indonesia menggunakan indikator throughput yang terdiri dari kecepatan download, upload, latensi dan jumlah BTS. Penelitian ini menghasilkan keluaran berupa uji regresi Principal Component Analysis (PCA) terdiri dari kecepatan download dan upload yang signifikan berpengaruh pada latensi serta QoS Score komposit untuk pengkategorian bahwa beberapa provinsi salah satunya Jakarta termasuk dalam kategori A atau sangat bagus dengan skor >75 dan terdapat provinsi lain yang termasuk kategori C atau sedang dengan skor <50 sehingga perlu rekomendasi tindak lanjut.

References

Alzi, & Haeruddin. (2023). Pengaruh Manajemen Bandwidth Terhadap QoS dengan Standar TIPHON pada Alur Monitoring SNMP. Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia, 17.

Anugrah, N. S., Adilah, H., Panggabean, D. P., & Laksana, R. P. (2025). Analisis Kecepatan Internet Seluler di Indonesia berdasarkan Regional. Journal of Data Analytics, Information, and Computer Science (JDAICS), 2, 155–158. https://doi.org/10.51903/informatika.v4i2.825

Ardiansyah, A., & Yulian Pamuji, F. (2025). Penerapan Standar TIPHON untuk Kinerja Quality of Service Jaringan Internet (Studi Kasus di Jaringan Alfanet). Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 9(5), 8530–8537.

Badan Pusat Statistik. (2024). Luas Daerah dan Jumlah Pulau Menurut Provinsi, 2023.

Badan Pusat Statistika. (2025). Jumlah Penduduk Berdasarkan Provinsi di Indonesia.

Basri, A., & Yuliadi, B. (2023). Wireless Network Bandwidth Quality Measurement Using QoS Standard Tiphon. Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic (PIKSEL), 11(2), 283–292. https://doi.org/10.33558/piksel

Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, K. K. dan D. R. I. (2025). Data Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah (Jumlah BTS). Satu Data KOMDIGI.

European Telecommunications Standards Institute. (2023). Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON); End-to-end Quality of Service in TIPHON Systems; Part 5: Quality of Service (QoS) measurement methodologies.

Hotelling, H. (1933). Analysis of a complex of statistical variables into principal components. Journal of Educational Psychology, 24.

Jhony Pranata, E., & Dewantara, R. (2023). Analisis dan Pengukuran Quality Of Service (Qos) Jaringan 4G (Operator Telkomsel, Xl, Dan Indosat). CyberSecurity Dan Forensik Digital, 6(2), 69–75.

Mattjik, A., & Sumertajaya, I. M. (2000). Perancangan Percobaan Dengan Aplikasi SAS Dan Minitab. IPB Press.

Ookla. (2024). Speedtest Global Index. Speedtest by Ookla.

Ramakristanaiah, C., Indraveni, K., & Murthy, C. (2024). Performance Evaluation and Quality of Service (QoS) in Wireless Networks. Wireless Communication Networks and Applications (IIP Series).

Ramayanti, D., & Syarifudin. (2024). Analisis dan Peningkatan Kualitas Layanan Pada Jaringan Komputer Nirkabel Badan Penghubung Lampung Dalam Mendukung Tugas Pemerintahan. Journal Scientific and Applied Informatics, 7(1). https://doi.org/10.36085

Rochidajah, & Utomo, P. (2022). Penentuan Prioritas Penerima Bantuan Fisik Gedung Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Madiun Jawa Timur dengan Metode Weighted Sum Model. Journal of Information Technology Ampera, 3(3), 2774–2121. https://journal-computing.org/index.php/journal-ita/index

Sari, D. R. P. (2023). Metode Principal Component Analysis (PCA) sebagai Penanganan Asumsi Multikolinearitas (Studi Kasus : Data Produksi Tapioka). Jurnal Matematika, Statistika Dan Terapannya, 2, 115–124. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/parameter

Simanjuntak, A. H., Nurpulaela, L., Sulistyo, B., Faizal, R. A., & Louhanapessy, H. M. (2025). Pengujian Kualitas Layanan Internet Seluler Berbasis QoS: Studi Kasus di Karawang. Jurnal Profesi Insinyur (JPI), 6(1). https://doi.org/10.23960/jpi.v6n1.156

Syakilah, A., Maharani, K., Ferdiana, N., & Saifullah, A. (2025). Statistik Telekomunikasi Indonesia Tahun 2024 (F. Herbowo, Ed.; A. Syakilah, K. Maharani, N. Ferdiana, & A. Saifullah, Trans.; Vol. 13). Badan Pusat Statistik.

Wijayanti, S. K. (2020). Analisa Kualitas Jaringan Internet Operator Telkomsel di BTS Site Universitas Semarang menggunakan fuzzy logic. Diponegoro University.

Windriyani, L., Dahria, M., & Santoso, I. (2021). Sistem Pendukung Keputusan dalam Menentukan Personil Polri untuk Jasa Pengamanan Bandara menggunakan Metode Weighted Sum Model. Jurnal CyberTech, 4(7). https://ojs.trigunadharma.ac.id/

Downloads

Published

2026-02-05