Pemberdayaan Masyarakat Desa Rejoso Kidul Dalam Pengolahan Sampah Organik Melalui Maggot Dengan Pendekatan Participatory Action Research
DOI:
https://doi.org/10.31294/abditeknika.v5i2.9611Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Pengolahan Sampah Organik, MaggotAbstract
Permasalahan pengelolaan sampah organik di Desa Rejoso Kidul, Kabupaten Pasuruan dimana masyarakat masih menerapkan pola konvensional berupa penumpukan dan pembakaran sampah yang mencemari lingkungan serta mengurangi potensi nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah organik melalui teknologi maggot (Black Soldier Fly) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program dan dampaknya terhadap peningkatan kapasitas masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan PAR yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses penelitian selama 40 hari (16 Juni-25 Juli 2025) dengan subjek penelitian meliputi aparat desa, RW, pemuda desa, kelompok tani, dan ibu rumah tangga. Tahapan penelitian meliputi orientasi, perencanaan melalui FGD (Focus Group Discussion), implementasi berupa sosialisasi serta pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi maggot memiliki keunggulan signifikan dibandingkan metode konvensional karena dapat mengurangi volume sampah hingga 80-90 % dalam 10-15 hari, menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa pakan ternak berprotein tinggi dan pupuk organik serta ramah lingkungan tanpa menghasilkan emisi gas berbahaya. Pendekatan PAR berhasil meningkatkan antusiasme dan kesadaran masyarakat terhadap pengolaan sampah, meskipun masih menghadapi tantangan keterbatasan pengetahuan teknis yang diatasi melalui strategi penguatan kapasitas dan pengembangan jejaring pemasaran.
The problem of organic waste management in Rejoso Kidul Village, Pasuruan Regency lies in the community's continued use of conventional methods such as waste piling and burning, which pollute the environment and diminish the potential economic value. This study aims to analyze the process of community empowerment in organic waste management through maggot (Black Soldier Fly) technology using a Participatory Action Research (PAR) approach, to identify factors influencing the program’s success and its impact on enhancing community capacity. The research method employs the PAR approach, positioning the community as active subjects in the research process over a 40-day period (June 16–July 25, 2025), involving village officials, neighborhood leaders (RW), village youth, farmer groups, and housewives as research participants. The research stages include orientation, planning through Focus Group Discussions (FGDs), implementation through socialization, and data collection through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that maggot technology offers significant advantages over conventional methods, as it can reduce waste volume by 80– 90% within 10–15 days, produce economically valuable products such as high-protein animal feed and organic fertilizer, and is environmentally friendly without emitting harmful gases. The PAR approach successfully increased community enthusiasm and awareness regarding waste management, although it still faces challenges such as limited technical knowledge, which are addressed through capacity-building strategies and the development of marketing networks.
References
Haq, F. F., Khansa, M. R., & Tukiman. (2024). Sosialisasi Budidaya Maggot untuk Pengolahan Sampah Organik di. 3(1), 370–376.
Hidayah, F. F., Rahayu, D. N., & Budiman, C. (2020). Pemanfaatan Larva Black Soldier Fly (Hermatia illucens) sebagai Penanggulangan Sampah Organik melalui Budidaya Magot. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(4), 530–534. https://journal.ipb.ac.id/index.php/pim/article/view/31378
Juhanda, A., & Makiyah, A. (2022). Melalui Maggot Dan Penerapan Perilaku Pola. Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat, 05(06), 672–680.
Kusuma Purnamasari, D., Julia Ariyanti, B. M., & Erwan, dan. (2021). Potensi Sampah Organik Sebagai Media Tumbuh Maggot Lalat Black Soldier (Hermetia illucens) (The Potency of Organic Waste as Growth Media of Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Maggot). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia, 7(2), 95–106.
Kusumaningsih, R. (2024). Pemanfaatan Maggot Sebagai Organisme Kecil Pengolah Sampah Organik. ADMA : Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 533–544. https://doi.org/10.30812/adma.v4i2.3162
Lorine Tantalu, Nonok Supartini, Edyson Indawan, & Kgs Ahmadi. (2022). Pemanfaatan Maggot Untuk Pengolahan Sampah Organik Di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 7(2), 171–178. https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/japi/article/view/3705
Maslo, B., Valentin, R., Leu, K., Kerwin, K., Hamilton, G. C., Bevan, A., Fefferman, N. H., & Fonseca, D. M. (2017). Chirosurveillance: The use of native bats to detect invasive agricultural pests. PLoS ONE, 12(3), 1–10. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0173321
Melfazen, O., Cahyani, D., Syarifah, N. A., & Faisal, M. F. (2023). Budidaya Maggot melalui Pengolahan Sampah Organik untuk Menunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M, 4(1), 108–116. https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i1.19882
Narendra, S. W. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah. Kemampuan Koneksi Matematis (Tinjauan Terhadap Pendekatan Pembelajaran Savi), 53(9), 1689–1699.
Paputungan, M. S., Anggoro, V. T., Ramli, R., Awari, D. N. A. P., Azizah, E. A. V., Haikal, J. I., Gupita, N., Pramucti, A.,
Ramadhan, A. N., Kumala, C. N., Oktavia, N. T., & Octavia, A. N. (2022). Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot Bsf Di Desa Jembayan Dalam, Kalimantan Timur. Jurnal Abdi Insani, 9(4), 1545–1554. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v9i4.774
Rukmini, P., Rozak, D., & Setyo, W. (2020). Pengolahan Sampah Organik Untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat …, 3, 250–253. http://www.jpmi.journals.id/index.php/jpmi/article/view/926
Saidi, D., Widiarti, I. W., & Widodo, R. A. (2023). Pengolahan Sampah Organik Melalui Ternak Maggot Dan Mikroorganisme Lokal (Mol) Di Wonocatur Banguntapan Bantul Diy. Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 9. https://doi.org/10.31315/dlppm.v4i2.11253
Sholahuddin, S., Wijayanti, R., Supriyadi, S., & Subagiya, S. (2021). Potensi Maggot (Black Soldier Fly) sebagai Pakan Ternak di Desa Miri Kecamatan Kismantoro Wonogiri. PRIMA: Journal of Community Empowering and Services, 5(2), 161. https://doi.org/10.20961/prima.v5i2.45033
Sukardi, D. D., & Setywan, B. D. (2025). Potensi Maggot Black Soldier Fly Sebagai Pengurai Sampah Organik dengan Variasi Pakan. Jurnal Serambi Engineering, X(1), 11656–11663.
Wildana, D. T., Rahmadani, K. I., Safira, N. A., Tunggadewi, A. V, & Widiyaningsih, I. T. (2024). Optimalisasi sampah organik skala rumah tangga dalam pemanfaatan maggot sebagai pengurai penghasil pupuk organik. 4(February), 4–6.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nasya Amira Faradesi, Rahmah Hidayatus Sholichah, Dimas Eka Putra, Moch Raindra Alfaridzi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









