Network society: Budaya Komunikasi Virtual Masyarakat Betawi Modern (Etnografi Virtual Pada Akun Media Sosial Surya Danna dan Nyak Kopsah)
DOI:
https://doi.org/10.31294/jika.v11i1.11597Keywords:
Media Baru, Network Society, Budaya Komunikasi Virtual, Media SosialAbstract
Eksistensi di dunia maya dapat dicapai oleh siapa saja, tidak bergantung pada sukunya. Diantaranya Surya Danna dan Nyak Kopsah merupakan konten kreator pada media sosial yaitu Instagram dan Tiktok. Di tengah modernisasi perangkat komunikasi dan teknologi, masyarakat dituntut untuk memiliki literasi digital dalam berkomunikasi melalui jejaring sosial. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui budaya komunikasi virtual masyarakat Betawi modern dalam kerangka masyarakat jaringan, menggunakan metode etnografi virtual, dengan kajian konsep utama budaya komunikasi virtual dan network society. Data primer diperoleh dari in-dept interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa konten kreator menyebarkan logika pesan melalui spesifikasi konten dan memiliki budaya masyarakat jaringan dengan karakteristik berbeda yang disebabkan oleh ciri khas konten. Akun @suryadanna spesifik pada konten “Jakarta dengan Atmosfer Korea”. Pesan yang disampaikan melibatkan perasaan, ekspresi, dan emosi yang terfokus pada audiens yang didorong oleh latar video, alur cerita, dan lagu yang mewakili pesan. Pada akun @nyak_kopsah menceritakan “realitas kehidupan” masyarakat Betawi, pesan disampaikan dengan mengutamakan ekspresi, logat, suara, dan mimik sebagai Nyak Kopsah. Modernitas masyarakat jaringan terlihat pada akun @suryadanna yang menggambarkan kota Jakarta sebagai kota metropolitan. Budaya komunikasi yang terbentuk dapat dilihat dari audiens pada kedua akun yang saling berinteraksi dan memodifikasi satu sama lain berdasarkan pertukaran makna
References
Adri, A. (2019). Stigma Negatif Betawi dalam Film. Kompas.Id. https://www.kompas.id/baca/utama/2019/08/11/stigman-negatif-betawi-dalam-film
Bimo. (2017). 8 Teori New Media Menurut Para Ahli. https://pakarkomunikasi.com/teori-new-media-menurut-para-ahli
Castells, M. (2004). The Network Society. Edward Elgar Publishing Limited. Cornwall.
Hakim, & Kustiawan, W. (2019). Perkembangan Teori Komunikasi Kontemporer. Jurnal Komunika Islamika ISSN 2355-7982, 6(1).
Halimatusa’diah. (2019). Betawi Punye Distro: Strategi Perlawanan Terhadap Stereotip Inferior. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 21(1), 59.
Hampton, K. N. (2004). Networked sociability online, off-line. In The Networked Society: A Cross-cultural Perspective (pp. 217–232). Cheltenham: Edward Elgar Publishing Limited. Cornwall.
Hasna, S. (2022). Tindakan Kolektif Masyarakat Jaringan Di Indonesia: Aktivisme Sosial Media Pada Aksi #Gejayanmemanggil. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 25–34. https://doi.org/10.14710/interaksi.11.1.25-34
Hine, C. (2000). Virtual Ethnography. Sage Publication.
Juju, D., & Sulianta, F. (2010). Branding Promotion with Social Networks. Elex Media Komputindo.
Kozinets, R. V. (2010). Netnography: Doing Ethnographic Research Online. Sage Publication.
McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa (6 Buku 1). Salemba Humanika.
Mulyana, A., Briandana, R., & Ningrum Puspa Anggraini, D. (2019). Social_Construction_Fandom_as_Cultural_I. International Research Journal of Business Studies, 12(3), 257–266.
Mulyana, A., Briandana, R., & Rekarti, E. (2020). ICT and social media as a marketing communication platform in facilitating social engagement in the digital era. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 13(5), 1–16.
Neuman, W. L. (2013). Metodologi Penelitian Sosial : Pendekatan Kualitatif dan Pendekatan Kuantitatif (7th ed.). Indeks.
Putri, F. A. (2021). Budaya Komunikasi Virtual Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pembelajaran Daring di UIN Walisongo Semarang). Jurnal Komunika Islamika : Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Kajian Islam, 7(2), 253. https://doi.org/10.37064/jki.v7i2.8646
Rahadi, D. R. (2017). Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax di Media Sosial. Jurnal Manajemen, 5(1).
Rahma, R. Y., Hayati, S., & Danna, S. (2022). Profesi Content Creator Generasi Z: Media Digital Sebagai Media Personal Branding. In ASPIKOM, Merangkum Ragam Capaian Akreditasi Unggul di Era 5.0 (3rd ed., pp. 91–97). Salemba Humanika.
Risecha, A., & Frenky. (2017). Analisis Komunikasi Virtual Pada Kelompok Gamers DOTA 2. Jurnal Komunikasi Universitas Garut, 3(1).
Rohayati. (2017). BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT MAYA (CYBER): SUATU PROSES INTERAKSI SIMBOLIK. Sosial Budaya (e-ISSN 2407-1684 | p-ISSN 1979-2603), 14, No 2(Desember 2017).
Rohimah, A., Sugihartati, R., Isnaini, S., & Hakim, L. (2021). Komunikasi Virtual: Budaya Partisipasi Foodgram Muslim. Jurnal Komunikasi ISSN 2085-1979, EISSN 2528 2727, 13(2).
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Suryaning Hayati, Nurul Aidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


