Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Membuat Produk Daur Ulang Sampah

Authors

  • Martini Martini Universitas Budi Luhur
  • Windarto Windarto Universitas Budi Luhur

DOI:

https://doi.org/10.31294/abdiekbis.v1i1.251

Keywords:

Recycle, Reuse, Sampah, SDGs, Produk Kreatif.

Abstract

Masalah sampah merupakan hal yang pelik yang dihadapi Pemerintah Kota  Tasikmalaya. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, menerima pasokan sampah sebanyak 1.306 meter kubik per hari. Dari data yang ada di Dinas Lingkungan Hidup dan Pelayanan Kebersihan (Dinas LHPK) Kota Tasikmalaya, produksi sampah setiap harinya berasal dari sampah rumah tangga (60%), pasar (12%), sisanya berasal dari wilayah lainnya yang tercecer di sungai dan jalan raya. Selain tingkat kesadaran masyarakat yang masih kurang, penyebab selalu munculnya persoalan sampah ini dikarenakan juga sarana dan prasarana yang sangat minim.Beberapa cara pengelolaan sampah rumah tangga sebenarnya telah dilakukan dan disosialisasikan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya agar kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahmeningkat sehingga dapat mengurangi timbunan sampah di TPA Ciangir. Tujuan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam hal mengurangi produksi sampah ini sejalan dengan apa yang telah dirumuskan dalam SDGs (Sustainable Development Goal). Target utama MDGs adalah tercapainya kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Salah satu tujuan dari 17 tujuan dalam SDGs adalah Responsible Consumption and Production. Tujuan pada poin ke-12 ini relevan dengan apa yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu peningkatan kemampuan masyarakat, khususnya masyarakat Kelurahan Cipawitra dalam mendaur ulang sampah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga maupun sampah produksi. Sehingga kapasitas masyarakat Kelurahan Cipawitra untuk mendaur ulang sampah menjadi produk kreatif dapat meningkat yang pada akhirnya dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh sampah.

References

Ai Ade Rahmayanti. Kebijakan Kota Tasikmalaya Mengenai Pengelolaan Sampah.<https://www.scribd.com/doc/226082026/Kebijakan-Kota-Tasikmalaya-Mengenai-Pengelolaan-Sampah#>.diakses pada 15 Oktober 2017

Asier, La Ode dan Saad, Muhammad (2016). Model Pengeloaan Sampah oleh Masyarakat untuk Mendukung Urban Farming di Kota Makassar. Buletin Eboni. Vol.13 No.1

Dirgantara, I Made Bayu. (2013). Pengetahuan Mendaur Ulang Sampah Rumah Tangga Dan Niat Menmdaur Ulang Sampah. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Vol.10 No.1 Hal.1

Dyah, Anggraeni, Kurniasih, dan Suryandari, IBM Menuju Kampung Recycle di Petukangan Utara, Laporan PPM 2015

M. Wheeler (2004). Planning for Sustainability : Creating Livable, Equitable, and Ecological Communities. Routledge.London and New York.

Zubair, Ahmad dan Haeruddin (2012). Studi Potensi Daur Ulang Sampah di TPA Tamanggapa Kota Makassar. Jurnal Hasil Riset. www.e-jurnal.com UNHAS. Makassar

Downloads

Published

2022-11-05